Akhirnya bisa juga melihat dunia bersama teman hidup Traveloka. Beberapa tahun terakhir ini, jujur saja aku sempat speechless, karena tidak bisa kemana-mana. Terakhir memesan tiket pesawat untuk liburan bersama keluarga itu ke Surabaya, itu sebelum Corona. Traveloka sudah menjadi bagian dari teman hidup kami untuk urusan tiket pesawat, hotel hingga tiket permainan pun bisa dipesan menggunakan Aplikasi Traveloka.

 




Traveloka membuat liburan jadi lebih mudah, dan menyenangkan. Bicara soal liburan, ingin sekali membawa Mama, dan sekarang sudah ada anak mungil yang selalu menceriakan hari-hariku untuk diajak liburan ke Yogyakarta. Alasan aku memilih ingin membawa Mama liburan ke Yogyakarta sederhana banget, karena di Yogyakarta banyak tempat wisata keren, dan juga kuliner-an yang enak-enak. Mama aku tipe orang yang pemilih untuk urusan makan.

 


Aku tidak pernah membayangkan membawa mama liburan itu bakalan sangat ribet! Apalagi urusan perut, mama sangat pemilih makanan. Tidak hanya liburan, di rumah juga gitu. Kalau pesan makanan diluar, banyak sekali “omelan” dikarenakan tidak pas di lidahnya. Namun, meskipun berat untuk urusan perut. Ada rasa bahagia, ketika mengajak mama liburan ke Bali.


 








Mama yang memang notabennya susah diajak keluar, begitu melihat pemandangan Bali langsung happy dan lupa mood nya lagi jelek, karena kelelahan. Traveling bersama orang tua memang hal yang unik dan berbeda. Bila kita membandingkan liburan sendirian (solo traveling). Namun, ada kebahagiaan yang berbeda. Sebab ketika membawa orang tua liburan, perencanaan liburan bukan mengenai “kita” lagi. Melainkan fokus kepada kegemaran orang tua dan anak.

 




Waktu dibawa liburan ke Bali, mama senang banget diajak ke danau batur, pura dan beberapa tempat dengan pemandangan yang indah. Sedangkan terakhir kali liburan bareng keluarga besar, kami ke Surabaya dan Batu, Malang. Di sini, Mama nampak kali antusias, ketika diajak ke Jatim Park dan museum angkut. Ya, mengenang masa itu, aku jadi ingin mengajak mama kembali liburan. Meskipun, kali ini tidak bisa berduaan atau pun bersama keluarga besar Soekomiharjo. Sebab, ada tambahan baby Hans. Rasanya, patut dicoba untuk merencanakan liburan kembali.

 



Memilih tempat liburan untuk orang tua dan anak, tidak lah mudah, seperti merencanakan liburan seorang diri. Banyak hal yang menjadi pertimbangan mulai fisik orang tua, maupun anak harus diperhatikan. Tidak mungkin membawa mama, apalagi baby untuk melakukan adventure extreme. Jangankan memasukkan ke perencanaan untuk melihat air terjun, membayangkan sepak terjang untuk mencapai spot tersebut; pastinya akan kesulitan. Makanya, mencari tempat wisata yang baik bagi orang tua dan anak menjadi pertimbangan sendiri. Nah, kali ini, aku ingin membawa mama, dan anak Mama, Hans No liburan ke Yogyakarta. Ada apa di Yogyakarta? Ini dia alasannya.

 

1.  Borobudur

Mama Ingin kembali mengenang masa mudanya. Mama cerita dulu, waktu mama masih remaja, mama pernah pergi ke sana; walau cuma sebentar. Pada masa itu, mama belum memiliki kamera untuk mengabadikan momen. Jadi, ingin banget membawa teman hidup aku ini ke Yogyakarta untuk mewujudkan impiannya berfoto dengan latar belakang warisan budaya yang diakui UNESCO.

 



Borobudur sudah diakui dunia sebagai salah satu warisan budaya di Indonesia pada tahun 1991. Dikarenakan, Borobudur merupakan salah satu monumen Budha TERBESAR di dunia. Dimana bangunan ini di bangun pada abad ke 8 dan ke 9. Lima tingkat bangunan Borobudur yang dirancang sebegitu menarik di setiap bagian bangunannya. Jadi, ingin sekali mewujudkan impian mama satu ini.

 

2. Dunia Imajinasi Hans


Selain Mama, aku memiliki anak yang comel dan lucu yang saat ini berusia dua tahun. Dimana dunia imajinasi dan mainannya semua dinosaurus. Berawal, mengajak Hans pulang kampung ke Kota Balikpapan, tempat kelahiran kami. Dia berjumpa semua abang-abangnya yang memiliki beragam koleksi mainan, termasuk dinosaurus. Sejak itulah, Hans senang sekali dengan dinosaurus.

 

Mumpung masih dalam “dunia imajinasinya” saat aku membaca di Yogyakarta ada tempat wisata baru yakni The Lost World Castle, dan ada banyak dinosaurus di sana. Jadi ingin membawa Hans untuk melihat beragam patung dinosaurus yang mirip aslinya. Pasti dia akan senang. Mama pun bisa menikmati pemandangan yang ada di The Lost World Castle.

 

Lokasinya yang berada di kaki gunung merapi, berarti adem dong ya. Plus, pemandangannya pasti indah. Plus, aku juga bakalan senang juga spend all day di sini. Pasalnya ada banyak spot foto ciamik seperti kapal bajak laut, tembok cina dan bagai negeri dongeng. Sudah kebayang keseruan, mudahan di sana juga ada spesial sepeda untuk orang tua agar Mama dan Hans tidak capai untuk berjalan dari satu spot ke spot lain, seperti di Batu Malang.

 

3. Vibe Kuliner dan Belanja

Entah kenapa kuliner di Yogyakarta ini walau pun terkenal sebagai kota pelajar, tetapi inovasinya selalu mengikuti perkembangan zaman. Meskipun, beberapa spots tetap mempertahankan tradisional. Namun, makanan tradisional pun tetap banyak. Mama pasti suka banget dengan nasi jagung, gudeg, nasi pecel dan beragam kuliner tempo dulu. Sedangkan, Hans pasti senang mencoba makanan baru di Yogyakarta.



Selain beragam kuliner, Yogyakarta juga sebagai tempat wisata belanja. Wah, nggak kebayang nanti Mama borong apa saja di Yogyakarta. Soalnya, waktu aku ke Jogja saja, mama sibuk minta video call, ketika aku sudah di pasar bringharjo; dimana di lantai tiga nya terdapat kerajinan tangan yang dijual dengan harga yang miring. Selain beragam kuliner, Yogyakarta juga sebagai tempat wisata belanja. Wah, nggak kebayang nanti Mama borong apa saja di Yogyakarta. Soalnya, waktu aku ke Jogja saja, mama sibuk minta video call, ketika aku sudah di pasar bringharjo; dimana di lantai tiga nya terdapat kerajinan tangan yang dijual dengan harga yang miring.

 

Jujur, sebenarnya selain alasan itu, Yogyakarta merupakan lokasi yang saat ini bisa dijangkau dengan kantong aku. Harga sewa mobil dan driver yang terjangkau. Biaya penginapan di tengah kota yang fleksibel dan beragam.  Mau menginap ala homestay atau hotel berbintang tersedia. Plus, kalau pergi-pergi menggunakan taksi online juga harga taksi nya masih ramah di kantong.

 


Oh ia, membawa mama dan baby liburan itu, bukan perkara mudah lho. Aku harus memikirkan penginapan mana yang cocok, dan berada ditengah kota. Browsing dengan aplikasi andalan aku Traveloka Hotel untuk mencari hotel murah, dan bisa booking di traveloka sangat mudah dengan aplikasi filter harganya.

 


Browsing dan melihat-lihat beragam hotel yang cocok untuk dijadikan penginapan keluarga. Pilihan aku jatuh pada Hotel Batik Yogyakarta. Dimana hotel ini konsepnya cottage. Sehingga bakalan membuat mama dan baby Hans nyaman, ketika menginap di sini. Plus, tidak menganggu tamu. Apalagi tersedia Family Park yang terdiri dari tiga tempat tidur, hot shower, dan teras yang cukup luas. Sehingga baby Hans bisa bebas bergerak, tanpa menganggu tamu lain. Apalagi hotel ini juga lokasinya tidak jauh dari malioboro.

 

Plus ada kolam renangnya! Hans jadi bisa bermain-main di penginapan Batik Yogyakarta. Harganya pun ramah di kantong. Maklum, usai korona, duit banyak habis keluar untuk bertahan hidup. Sekarang sudah bisa melihat dunia lagi, kenapa tidak! Kita juga butuh liburan, setelah “terkurung” dalam ruang terbatas.

 

Selain bisa booking hotel di Traveloka, aku juga bisa memesan mobil menggunakan aplikasi Traveloka. Baik menggunakan driver atau pun tidak. Caranya mudah juga memesan mobil menggunakan aplikasi Traveloka, tinggal cari saja kategori car. Kemudian tentukan tanggal dan jam dijemput. Bahkan tidak hanya itu saja, aku juga bisa memesan tiket masuk ke Borobudur melalui traveloka. Memang traveloka itu temanhidup untuk mengatur perjalanan agar lebih mudah.

 



Jadi ingat waktu di Batu, Malang ketika di Museum Angkut, waduh ngantri banget untuk membeli tiket. Langsung iseng membuka aplikasi traveloka. Surprise, soalnya bisa membeli tiket secara online di Museum Angkut, duh praktis dan cepat. Tidak perlu mengantri, itulah salah satu keuntungan menggunakan Traveloka sebagai teman perjalanan.

 

Make a Plan to Get Pleasure



Aku tipe orang yang suka membuat rencana terlebih dahulu! Sama halnya ketika mulai perjalanan solo traveling, aku harus melakukan riset, membuat rencana mau kemana saja hingga berapa biaya yang harus dikeluarkan selama liburan! Hal itu untuk memudahkan aku menabung atau menyiapkan budget agar tidak kebocoran dana, ketika liburan.

 

Menentukan Waktu Liburan

Sangat penting dalam menentukan waktu liburan yang pas untuk menikmati liburan. Berhubung Baby Hans masih dua tahun, otomatis bisa liburan kapan saja, tanpa harus menunggu liburan anak sekolah. Biasanya di low season liburan, harga hotel bisa banyak yang promo. Maklum, karena “low season” jadi tidak banyak wisatawan lokal yang liburan. Sehingga bisa mendapat harga penginapan miring dikit, seperti bulan Ramadan, atau momen yang bukan liburan panjang, seperti kenaikan kelas, hari raya besar.

 

Setelah mendapatkan tanggal keberangkatan dan berapa hari liburan. Lebih lanjut untuk melakukan pengecekan tiket pesawat. Tiket pesawat bisa di booking jauh-jauh hari bisa lebih murah, dibandingkan last minute.

 

Itinerary dan Budged   



Sebagai orang yang bukan jutawan yang memiliki banyak uang, membuat rencana liburan adalah PENTING; termasuk harga penginapan per malam dan berapa malam, biaya transportasi darat, udara (pesawat) selama liburan. Tidak hanya itu saja, biaya tiket masuk, makan semua harus direncanakan.

 

Yups, memang ribet, tetapi aku tak ingin habis liburan kehabisan uang. Kan, tidak lucu! Jangan sampai liburan usai, tidak ada duit untuk “makan.” Apa kata orang hahaha. Jadi sangat penting sekali untuk merancang budged dan itinerary ketika liburan.

 

Menyusun rencana liburan dan budged itu bisa mempermudah kita juga, ketika hari H. Biasanya aku menyusun hari pertama, kedua dan ketiga kemana saja, atau berapa lama aku mau liburan dan berapa banyak uang yang harus ku siapkan semua.

 

Nah, berhubung sudah tahu berapa lama untuk liburan, jadi mudah untuk menyusun perencanaan liburan. Misalnya nih ya, Harga tiket pesawat PP untuk tiga orang adalah 6 Juta. Harga penginapan satu malam, budget mulai Rp800,000. 800x4 malam = Rp3,200. Biaya penginapan Rp3,2 juta. Makan, untuk menghemat biaya cari penginapan yang sudah menyediakan sarapan, selain praktis, tidak ribet pagi-pagi harus keluar untuk mencari makan. Jadi perhitungannya misalnya sekali makan untuk satu orang 100,000. Jadi 100x2x3 jadi satu hari Rp600,000.

 

Nah, 600,000x5 hari 3 Juta untuk makan selama liburan. Snack dan air mineral, pasti diluar uang makan selama liburan, berhubung bersama orang tua dan anak-anak, pasti ngemil menjadi budget yang harus diperhitungkan, misalnya sehari mengeluarkan biaya 200,000 untuk biaya snack time + air minum. Karena air minum adalah hal yang paling penting. Jadi, 200x5 biaya snack 1 juta.

 


Biaya sewa mobil satu hari 500*3 hari 1,5 juta plus biaya parkir dan lain-lain siapkan dana 2 juta. Biaya tiket masuk permainan dan lain-lain, siapkan dana satu juta. Shopping disiapkan anggaran biar nggak berlebihan berbelanja, misalnya satu juta untuk belanja selama liburan. Biaya lain-lain atau urgency 2 juta. Nah, budget yang harus ku siapkan untuk liburan tiga orang adalah Rp17,700,000. Kalau bisa kurang dan tidak lebih dari 18 juta. Wah, besar banget biaya untuk membawa keluarga liburan ya.

 

Itinerary, It must!


Hari pertama

Berangkat dari rumah ke Yogyakarta menggunakan pesawat pagi jam 08.00, tiba jam 03.00. Transit di Jakarta untuk ke Yogyakarta. Mm, bagaimana kalau diganti saja naik kereta api. Jadi

Tiket PP Tanjungpinang-Jakarta satu orang Rp2,5 juta. Kereta api per orang 600,000 PP 1,2 juta total 3,7 juta per orang.

 

Hari kedua

Sampai di Yogyakarta pagi, pergi ke penginapan untuk istirahat. Jauh-jauh hari, minta early check in. Biasanya kalau low season, disetujui. Tidur sampai siang, jalan-jalan di malioboro saja, sekalian shopping time. Pasti, mama dan baby Hans sudah kelelahan di kereta api, yang mana membutuhkan perjalanan hingga 8 jam.




Hari ketiga

 Mulai melakukan tur wisata dengan sewa mobil, minta dijemput jam 10.00 pergi ke Borobudur diperkirakan di sana 2-3 jam. Lanjut ke The Lost World Castle. Di sini sampai jam 07.00 malam. Cari makan malam, dan tidur.


Hari Keempat

 Memanjakan mama di spa, baby dan aku belanja. Lalu, lanjut naik kereta api untuk balik ke Jakarta. Sampai di Jakarta, sudah malam. Berarti harus menginap semalam di Jakarta, sebelum pagi ke airport untuk pulang ke Tanjungpinang. Kira-kira, enaknya menginap di mana ya kalau harus staycation satu malam di Jakarta?

 


Nah, pilihan aku jatuh pada Swift Inn Aeropolis Airport. Memilih Standard Hollywood, ukuran kamarnya lumayan yakni 16.0 sqm. Yang paling penting, hotel ini ada shuttle to airport. Sehingga tidak pusing untuk mengejar pesawat pagi ke Tanjungpinang.

 

Dengan membuat itinerary ini, bisa mempermudah perhitungan budget pun bisa berkurang banyak. Sebab itu, penting bagi kita sebelum liburan menyusun anggaran kasar, kemudian dikerucutkan untuk lebih mengurangi budget sebelum memulai liburan. Menurut kamu, apakah liburan itu sangat penting? Pasti dong ya, penting.

 


Ada banyak manfaat, selain bersenang-senang juga bisa membuat hubungan keluarga jadi semakin erat. Nah, bagi kamu yang juga ada rencana liburan dalam waktu dekat, jangan lupa susun itinerary dan budget, biar benar-benar bisa #LihatDuniaLagi dan bikin #StaycationJadi dengan Traveloka! Langsung meluncur ke Traveloka lewat link ini:  https://trv.lk/kompetisi-lihatdunialagi-bloggerperempuan

 Referensi

https://visitingjogja.com/26006/mengintip-kemegahan-the-lost-world-castle-yang-jadi-primadona/

https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/rekomendasi-hotel-murah-di-malioboro-untuk-keluarga-di-bawah-rp700-ribu-acc/144631

 

 


Enjoy Life and be go green








Note: Please visit my blog to






Artikel Terkait:

Silakan pilih sistem komentar anda

Jadilah orang pertama yang berkomentar!

You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Creative and Health